Sabtu, 10 Desember 2016 
Jendela
Yang Unik di Pasar Ternak
ImagePasar ternak Sunggingan, Boyolali, Jawa Tengah memberi sejuta manfaat bagi warga sekitar.

Pasar ternak terbesar di Indonesia ini, setiap hari pasaran Pahing selalu ramai dikunjungi para pemilik ternak dari berbagai daerah di Pulau Jawa maupun para pembeli ternak untuk bertransaksi.

Keramaian ini memunculkan berkah bagi warga sekitar yang menawarkan beragam jasa seperti blantik, juru rogoh, tukang ngguyang, maupun tukang congkok.

Keberadaan blantik atau orang yang menjadi perantara antara pembeli dan pemilik ternak sangat membantu proses jual beli sapi.

Dengan keterampilannya, komunikasi blantik sangat dibutuhkan bagi pemilik sapi untuk menawarkan ternaknya ke calon pembeli. Begitu pun bagi pembeli, Blantik diperlukan untuk memudahkan mendapat sapi-sapi pilihan yang akan dibelinya.

Profesi unik lainnya adalah juru rogoh, seperti yang dijalani Sulisno Harto Suwiryo. Pria berusia 65 tahun ini telah menghabiskan separuh hidupnya untuk bekerja sebagai juru rogoh sapi dengan tugas memeriksa kandungan sapi.

Keahlianya merogoh perut sapi untuk mendeteksi kehamilan, sangat dibutuhkan para pemilik ternak karena sapi yang diketahui hamil harganya akan meningkat 1,5 juta rupiah.

Dalam sehari, Suwirno mampu merogoh 80 ekor sapi dengan upah 10 ribu rupiah jika sapi diketahui hamil, dan 5 ribu rupiah jika sapi tidak hamil.

Kebersihan sapi juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi harga. Tak jarang pemilik ternak memanfaatkan jasa tukang guyang. Tukijo bersama dua rekannya selalu melayani pemilik ternak untuk memandikan sapi.

Atas jasanya mereka menerima upah 10 ribu rupiah per ekor sapi yang telah dimandikannya. Ada pula juru congkok hidung sapi yang bertugas melubangi dan memasang tali ke hidung sapi agar sapi mudah dikendalikan.

Dengan keahlianya mecongkok, Wahyudi juga dicari para pemilik ternak untuk membantu melubangi hidung sapi. Bagaimana keramaian pasar ternak Sunggingan? Bagaimana pula para blantik mampu mempengaruhi calon pembeli?

Lalu apa saja yang harus diperhatikan untuk memeriksa perkembangan kandungan ternak? Serta sejauh mana pasar ini memberi manfaat bagi warga sekitar?

Tayang Sabtu, 13 April 2013, pukul 10:00 WIB

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Tahun Berganti Mancing di Bali
Mata Pancing episode spesial tahun baru akan menyajikan liputan memancing di Pulau Dewata, Bali. Kali ini kami akan kedatangan tamu istimewa yaitu model dan presenter, Merry Putrian. Kami akan mancing bandeng di kolam pemancingan di daerah Benoa. Umpan yang digunakan...
Selengkapnya

Let's Go

Pesta Budaya di Kaltara
Kalimantan Utara tepatnya di Kabupaten Malinau memang belum habis mengadakan pesta adat yang menunjukan keragaman daerah tersebut. Uniknya suku dayak yang ada di sana ternyata sangat beragam. Salah satu Dayak yang unik dalam tampilan budayanya adalah Suku Dayak ...
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

Jam Malam Bagi Pelajar
Tugas utama pelajar  di malam  hari adalah belajar, bukan keluyuran. Kecelakaan maut  yang melibatkan anak musisi Ahhmad Dhani membuka mata kita tentang dampak  kehidupan malam pada para pelajar. Tak hanya menghancurkan masa denpan diri sendiri, kegiatan negatif di malam hari...
Selengkapnya

Pahlawan

Agus Bei: Mangrove Kutanam, Wisatawanku Datang
Dulu hutan mangrove yang ada di Perumahan Griya Indah, Balikpapan, Kalimantan Timur adalah hutan alami yang sangat asri. Namun pada tahun 2000, sekelompok oknum membabat pohon-pohon mangrove yang ada di depan rumah Agus Bei untuk dialihfungsikan menjadi tambak. Saat itu...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++