Senin, 6 Juli 2015 
Berita Lintas
Lintas Petang:"Korban Tewas Flu Burung Bertambah"

Korban meninggal dunia akibat flu burung di Bali, bertambah.

Ibu kandung dua anak yang meninggal akibat flu burung di Bali, meninggal dunia di rumahnya. Sebelum dimakamkan, petugas mengambil sampel darah yang diduga suspect flu burung di desa Jehem Kecamatan Tembuku Bangli Bali.

Korban adalah ibu kandung dua anak yang beberapa hari lalu meninggal di Rumah Sakit Sanglah Bali akibat positif terjangkiti flu burung. Ia mengalami gejala demam dan panas, meski hasil tes darahnya seminggu lalu menyatakan negatif flu burung.Ia meninggal dua hari setelah meninggalkan ruang perawatan Rumah Sakit Bangli.

Kerabat dan keluarga korban termasuk sang suami, menangis saat jenazah dibawa menuju ambulans.Jenazahnya diperlakukan layaknya jenazah suspect flu burung. Seluruh etugas memakai pakaian steril dan pengantar jenazah diwajibkan menggunakan masker.

Mengantisipasi penyebaran virus H5N1, Dinas Kesehatan dan Peternakan Bangli, menyemprotkan disinfektan di sekitar rumah korban. Sisa unggas yang masih hidup langsung dibakar secara massal.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Berburu Tuna di Perairan Alor
Mata Pancing episode kali ini Kiki Mustika dan teman-teman pemancing dari Semarang, akan berburu ikan tuna di perairan Alor, Nusa Tenggara Timur. Mereka bertarung dengan ikan yang memiliki supremasi tinggi dalam olahraga mancing Memancing tuna menjadi tantangan yang...
Selengkapnya

Pelesir

Menanam Terumbu Karang Merawat Alam
Terumbu Karang sebagai rumah bagi kehidupan Biota Laut sangat penting untuk dijaga. Namun kondisi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan oleh oknum nelayan menjadikan terumbu karang di Indonesia sebagian diantaranya rusak. Untuk membantu merehabilitasi Terumbu Karang, Laura dan sejumlah ...
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

Banten Terendam
Puluhan ribu rumah warga di Provinsi Banten terendam air. Ketinggian air yang mencapai lima meter itu membuat warga mengungsi di sejumlah lokasi termasuk di ruas tol Jakarta – Merak. Bencana tersebut merupakan yang terbesar selama sepuluh tahun terakhir. ...
Selengkapnya

Pahlawan

Menggores Warna di Kanvas
Mengawali keprihatinannya saat melihat anak-anak jalanan di ibukota pada tahun 1989, pria bernama Achmad Nuril Mahyudin pun memutuskan mengajak anak jalanan mengembangkan kreativitasnya dalam mendapatkan penghasilan. Tanpa berpikir panjang, 10 anak jalanan yang ditampung...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++