Rabu, 1 April 2015 
Berita Lintas
Lintas Petang:"Korban Tewas Flu Burung Bertambah"

Korban meninggal dunia akibat flu burung di Bali, bertambah.

Ibu kandung dua anak yang meninggal akibat flu burung di Bali, meninggal dunia di rumahnya. Sebelum dimakamkan, petugas mengambil sampel darah yang diduga suspect flu burung di desa Jehem Kecamatan Tembuku Bangli Bali.

Korban adalah ibu kandung dua anak yang beberapa hari lalu meninggal di Rumah Sakit Sanglah Bali akibat positif terjangkiti flu burung. Ia mengalami gejala demam dan panas, meski hasil tes darahnya seminggu lalu menyatakan negatif flu burung.Ia meninggal dua hari setelah meninggalkan ruang perawatan Rumah Sakit Bangli.

Kerabat dan keluarga korban termasuk sang suami, menangis saat jenazah dibawa menuju ambulans.Jenazahnya diperlakukan layaknya jenazah suspect flu burung. Seluruh etugas memakai pakaian steril dan pengantar jenazah diwajibkan menggunakan masker.

Mengantisipasi penyebaran virus H5N1, Dinas Kesehatan dan Peternakan Bangli, menyemprotkan disinfektan di sekitar rumah korban. Sisa unggas yang masih hidup langsung dibakar secara massal.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Nikmatnya Kebersamaan, Indahnya Laut Biak
Lebaran tahun ini Tim Mata Pancing bersama Nendy Yunizar tidak bisa berbagi kebahagiaan bersama keluarga di rumah. Namun suasana kebersamaan masyarakat Biak, Papua, sedikit menghilangkan kesedihan saya.Mengikuti acara Munara Wampesi, pesta panen sejuta ikan yang bersembunyi di...
Selengkapnya

Pelesir

Berkah Suci di Kota Santri
Ada yang istimewa dalam Pelesir Ramadan kali ini buat Fiona Callaghan. Ia mendatangi kampung halamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Tasikmalaya dipilih karena kota penghasil kerajinan busana muslim bordir berkualitas tinggi ini memiliki julukan Kota Santri. Sebutan Kota ...
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

Ulasan Sepekan: "Kebakaran Melanda Indonesia"
Bencana seakan tak akan lepas dari negeri ini. Belum lagi habis banjir dan tanah longsor, kebakaran melanda di sejumlah daerah di tanah air. Gedung pencakar langit di ibukota pun tak luput dari amukan si jago mera. Lalu apakah sudah ada...
Selengkapnya

Pahlawan

Rasino: Mengajar dengan Hati, Melihat dengan Nada
Di balik keterbatasannya, Rasino, pria asal kebumen, yang terlahir buta, sejak 39 tahun lalu, mampu mengubah kegelapan menjadi cahaya  terang melalui lantunan nada dan ketukan irama gamelan dalam seni karawitan. Secara khusus seni karawitan dapat diartikan sebagai seni musik...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++