Senin, 26 September 2016 
Inspirasi Sore
Sensasi Rockfishing dan Ikan Sidat

ImageMancing dengan teknik rockfishing di tebing Biting, Yogjakarta, berburu udang galah di muara Sungai Lereng, Kutoarjo, dan mancing ikan sidat atau pelus akan mewarnai  episode Mata Pancing kali ini.

Dari kota Jogya saya menuju spot mancing di daerah Gunung Kidul teparnya di kawasan Panggang, Imogiri. Untuk mencapai spot ini kita harus melewati jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Setelah menempuh 2 jam perjalanan akhirnya saya sampai.

Untuk menuju spot rockfishing di tebing yang menghadap langsung ke laut lepas saya harus berjalan sejauh 2 kilometer melewati perkebunan dan jalan terjal berbatu. Perjalanan panjang saya cukup melelahkan, namun semua sirna setelah melihat keindahan alam dari atas tebing.

Pak Tarjo mengawali strike kami hari ini.  Perlahan-lahan ia memompa joran. Tanpa perlawanan ikan kerapu berhasil diangkat. Giliran Ronal dan Iqbal melempar umpan. Tak lama Iqbal strike. Lokasi di tebing membuat proses mengangkat ikan menjadi sensasi tersendiri. Seekor gurita berhasil diangkat.

Beberapa pemancing lokal menggunakan bambu panjang sebagai alternatif lain pengganti joran. Unik ya! Kasmidi berhasil strike dan seekor sidat laut kecil berhasil didapat. Giliran umpan Ronal disambar ikan. satu lagi ikan kerapu berhasil diangkat.

Image


Mancing rockfishing memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena bisa saja timah atau mata pancing nyangkut di karang.

Perjalanan saya berlanjut ke Kutoarjo Jawa Tengah. Tepatnya di muara sungai Lereng daerah Bojong, saya akan mancing udang galah. Untuk memancing udang galah kami menggunakan umpan cacing. Mata pancing yang digunakan pun khusus untuk udang berukuran kecil yaitu circle hook nomor 9.

Pak Yanto berhasil strike pertama. Udang sempat berontak di air berusaha melepaskan diri meski akhirnya seekor udang galah berhasil diangkat. Saat terbaik mancing udang galah adalah saat kemarau atau air surut. Udang yang biasanya hidup di balik kayu maupun bebatuan ini sangat agresif saat menjelang sore.

Selain udang galah, muara sungai ini juga menjadi habitat ikan-ikan endemik Sungai Kutoarjo seperti ikan boso yang memiliki tubuh transparan dan hidup di batu-batu sungai.

Pak Happy berhasil mendapatkan ikan kating yang juga merupakan ikan endemik sungai di Kutoarjo. Ikan mirip lele ini mempunyai sirip beracun. Tak lama umpan Pak Wiranto disambar udang,  ia pun strike. Dengan sabar ia memutar reelnya dan akhirnya udang menyerah.

Image

Spot mancing kami berikutnya adalah bendungan Pejengkolan di daerah  Kebumen. Di tempat ini kami berencana akan memancing sidat atau pelus.

Lokasi yang kami datangi ini memang sangat ideal sebagai tepat berkumpulkan ikan sidat ini. Di bawah aliran bendungan terdapat batuan yang menjadi tempat sidat berkumpul.

Tidak mau membuang waktu teman-teman mulai melempar umpan ke titik target. Menjelang malam Pak Eko mengawali strike. Tanpa kesulitan ia berhasil hook up baby pelus. Berkutnya pak Happy, Pak Timan, juga berhasil memperdayai ikan sidat yang juga dikenal dengan nama ikan moa ini.

Bagaimana sensasi rockfising di Yogjakarta dan serunya mancing udang galah di Kutoarjo serta menaklukkan ikan sidat di Kebumen?

Tayang Sabtu, 20 Agustus 2011, pukul 10:30 WIB.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Fishing Guide Handal Kelas Dunia
Keberhasilan suatu trip mancing tentu tidak lepas dari keberadaan fishing guide yang handal. Para fishing guide ini mendampingi para pemancing dalam menyiapkan piranti mancing, memilih umpan, menunjukkan spot mancing serta mendampingi pemancing saat bertarung menaklukkan ikan. Di Alphonse Island...
Selengkapnya

Let's Go

Sambangi Bekantan, Borneo Selatan
Merunduk.. Mengintip.. Berjalan pelan.. mengendap-endap di balik semak.. Mau ngapain sih Fiona? Sahabat Pelesir tentu penasaran kan? Nah, di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan, Fiona sengaja sambangi monyet Belanda yang berhidung besar atau lebih dikenal dengan sebutan Bekantan....
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

Jam Malam Bagi Pelajar
Tugas utama pelajar  di malam  hari adalah belajar, bukan keluyuran. Kecelakaan maut  yang melibatkan anak musisi Ahhmad Dhani membuka mata kita tentang dampak  kehidupan malam pada para pelajar. Tak hanya menghancurkan masa denpan diri sendiri, kegiatan negatif di malam hari...
Selengkapnya

Pahlawan

Rahmanuddin Husaini: Membangun Harapan di Pedalaman Borneo
Buta aksara menjadi masalah utama terciptanya kemiskinan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai, Kalimantan Selatan. Hal ini membuat Rahmanuddin Husaini, 47 tahun, yang juga warga Hamak Utara, salah satu desa di Kabupaten Hulu Sungai, memutuskan kembali ke kampung...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++