Rabu, 2 September 2015 
Inspirasi Sore
Mata Pancing: "Memburu Monster Ganas Alor"
ImagePenerbangan pesawat selama tiga jam dari Jakarta ke Kupang, yang dilanjutkan pesawat perintis dari Kupang ke Alor selama 50 menit, merupakan awal perjalanan tim Mata Pancing kali ini.  Dari Dermaga kalabah di Alor, tim melanjutkan perjalanan menuju spot pemancingan dengan kapal motor Theodoras. Menuju spot pertama, kami membtuhkan waktu tujuh jam perjalanan.

Di spot pertama ini, cuaca sungguh bersahabat. Kamipun langsung melemparkan joran. Teknik popping, jigging, dan casting, kami aplikasikan dalam perjalanan ini. Yantosu, salah satu anggota tim, yang pertama kali beruntung. Umpan metal jig-nya disambar. Seekor ikan Rubby Snapper, berhasil didapatkannya. Sementara, Anthony, yang menggunakan piranti mancing lunak atau light tackle, berusaha sekuat tenaga melawan ikan yang menyambar umpannya. Setelah berjuang keras,  seekor ikan Lencam Babi, akhirnya dapat diangkat ke haluan kapal.

Sensasi menggunakan piranti mancing lunak ini sangat mengasyikkan. Saya pun ikut merasakannya, ketika joran melengkung tajam akibat ditarik ikan yang memberontak dari mata kailnya. Kali ini, mata pancing saya mendapatkan seekor ikan Kerapu Lodi.

Perburuan ikan predator yang banyak ditemui di spot Batu Gunting, menjadi target utama kami. Hamparan karang dengan cekungan yang cukup dalam, yang beberapa di antaranya bisa mencapai kedalaman 200 meter, merupakan habitat yang bagus buat ikan seperti ini.

Beberapa kali, mata pancing kami disambar ikan. Perjuangan cukup berat untuk mengangkat ikan ke buritan. Namun, beberapa kali juga kami kehilangan buruan, karena kenur kami putus atau line break.

Dalam satu kesempatan,  Pak Yanto berhasil strike. Perjuangannya sungguh berat. Perlawanan keras yang dilakukan ikan, membuat  Pak Yanto kehabisan tenaga. Jorannya dialihkan kepada Yantosu. Setelah hampir 30 menit, Yantosu pun kehabisan tenaga. Joran diambil alih Ivan. Dua jam perjuangan pemancing ini, akhirnya kamipun mendapat “monster” yang dicari.

Metal jig Pak Yanto ternyata mengenai ekor Threser Shark atau Hiu Rubah. Hiu yang beratnya bisa mencapai 500 kilogram dengan panjang mencapai 6 meter ini, sangat dicari bagi penggemar sirip hiu. Kali ini, demi menjaga ekosistem, kami melepaskan hiu tersebut.

Setelah makan di kapal, dengan masakan olahan koki kapal bernama Ambon, kamipun melanjutkan memancing. Beberapa kali umpan kami, dengan berbagai teknik mancing, disambar ikan, Kamipun mendapatkan beberapa ekor Giant Travelly, Barakuda, dan ikan tuna Gigi Anjing.

Terakhir, kami kembali mendapatkan “monster”. Umpan metal jig Yantosu disambar ikan. Perjuangan mengangkat ikan ke kapal, perlu watu lama. Akhirnya seekor Hiu Sirip Hitam atau Black Tip Shark berhasil diangkat ke buritan. Saat ikan dilepas di geladak kapal, terjadi kegaduhan. Ikan memberontak dan kami yang berada di kapal, harus menyingkir agar terhindar dari gigitan ikan hiu ini. Seorang ABK membuka pintu geladak, akhirnya, ikan berhasil diseret dan dilepas kembali ke laut.

Kamipun menyelesaikan trip kali ini. Perairan di sekitar Alor telah memberikan pengalaman yang sangat berharga, bagi kami untuk memburu monster yang selama ini dicari sebagai target pemancing.***

Tayang Sabtu, 1 Mei 2011, pukul 10:30 WIB

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Mancing Santai di Sinjai
Petualangan tim Mata Pancing dimulai di Tanjung Bira yang berada di ujung selatan pulau Sulawesi. Pantai dan pasir putihnya yang indah menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri. Kami melanjutkan perjalanan untuk mancing di Sinjai. Nendy akan mancing...
Selengkapnya

Let's Go

Jelajah Pulau Timah
Dalam episode Let’s Go kali ini, Laura Hermawati akan mengajak anda untuk menjelajahi pulau Bangka yang terkenal akan timahnya. Travelling di kota Pangkal Pinang untuk menuju titik nol kilometer menjadi agenda awal saya. Kemeriahan acara Internasional di...
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

"Anas Ditahan KPK Setelah Mangkir Diperiksa”
Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait kasus korupsi Hambalang. Meski telah ditahan, Anas masih menyatakan dirinya hanyalah korban permainan politik. Anas bahkan sempat melempar sindiran ucapan terima kasih terhadap Susilo Bambang Yudhoyono. Jumat...
Selengkapnya

Pahlawan

To Suprapto: "Mengubah Sikap Petani Sejati"
Berbekal pengalamannya mengikuti pembelajaran pertanian terpadu menuju kedaulatan pangan dan mewujudkan kemandirian petani, yang diadakan pemerintah  tahun 1989-1999, To Suprapto, 57 Tahun, bertekad mewujudkan perubahan taraf hidup  para petani sebagai pelaku utama pencukupan hidup masyarakat di Indonesia pada umumnya. ...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++