Rabu, 24 Agustus 2016 
Inspirasi Sore
Mata Pancing: "Memburu Monster Ganas Alor"
ImagePenerbangan pesawat selama tiga jam dari Jakarta ke Kupang, yang dilanjutkan pesawat perintis dari Kupang ke Alor selama 50 menit, merupakan awal perjalanan tim Mata Pancing kali ini.  Dari Dermaga kalabah di Alor, tim melanjutkan perjalanan menuju spot pemancingan dengan kapal motor Theodoras. Menuju spot pertama, kami membtuhkan waktu tujuh jam perjalanan.

Di spot pertama ini, cuaca sungguh bersahabat. Kamipun langsung melemparkan joran. Teknik popping, jigging, dan casting, kami aplikasikan dalam perjalanan ini. Yantosu, salah satu anggota tim, yang pertama kali beruntung. Umpan metal jig-nya disambar. Seekor ikan Rubby Snapper, berhasil didapatkannya. Sementara, Anthony, yang menggunakan piranti mancing lunak atau light tackle, berusaha sekuat tenaga melawan ikan yang menyambar umpannya. Setelah berjuang keras,  seekor ikan Lencam Babi, akhirnya dapat diangkat ke haluan kapal.

Sensasi menggunakan piranti mancing lunak ini sangat mengasyikkan. Saya pun ikut merasakannya, ketika joran melengkung tajam akibat ditarik ikan yang memberontak dari mata kailnya. Kali ini, mata pancing saya mendapatkan seekor ikan Kerapu Lodi.

Perburuan ikan predator yang banyak ditemui di spot Batu Gunting, menjadi target utama kami. Hamparan karang dengan cekungan yang cukup dalam, yang beberapa di antaranya bisa mencapai kedalaman 200 meter, merupakan habitat yang bagus buat ikan seperti ini.

Beberapa kali, mata pancing kami disambar ikan. Perjuangan cukup berat untuk mengangkat ikan ke buritan. Namun, beberapa kali juga kami kehilangan buruan, karena kenur kami putus atau line break.

Dalam satu kesempatan,  Pak Yanto berhasil strike. Perjuangannya sungguh berat. Perlawanan keras yang dilakukan ikan, membuat  Pak Yanto kehabisan tenaga. Jorannya dialihkan kepada Yantosu. Setelah hampir 30 menit, Yantosu pun kehabisan tenaga. Joran diambil alih Ivan. Dua jam perjuangan pemancing ini, akhirnya kamipun mendapat “monster” yang dicari.

Metal jig Pak Yanto ternyata mengenai ekor Threser Shark atau Hiu Rubah. Hiu yang beratnya bisa mencapai 500 kilogram dengan panjang mencapai 6 meter ini, sangat dicari bagi penggemar sirip hiu. Kali ini, demi menjaga ekosistem, kami melepaskan hiu tersebut.

Setelah makan di kapal, dengan masakan olahan koki kapal bernama Ambon, kamipun melanjutkan memancing. Beberapa kali umpan kami, dengan berbagai teknik mancing, disambar ikan, Kamipun mendapatkan beberapa ekor Giant Travelly, Barakuda, dan ikan tuna Gigi Anjing.

Terakhir, kami kembali mendapatkan “monster”. Umpan metal jig Yantosu disambar ikan. Perjuangan mengangkat ikan ke kapal, perlu watu lama. Akhirnya seekor Hiu Sirip Hitam atau Black Tip Shark berhasil diangkat ke buritan. Saat ikan dilepas di geladak kapal, terjadi kegaduhan. Ikan memberontak dan kami yang berada di kapal, harus menyingkir agar terhindar dari gigitan ikan hiu ini. Seorang ABK membuka pintu geladak, akhirnya, ikan berhasil diseret dan dilepas kembali ke laut.

Kamipun menyelesaikan trip kali ini. Perairan di sekitar Alor telah memberikan pengalaman yang sangat berharga, bagi kami untuk memburu monster yang selama ini dicari sebagai target pemancing.***

Tayang Sabtu, 1 Mei 2011, pukul 10:30 WIB

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Nikmatnya Kebersamaan, Indahnya Laut Biak
Lebaran tahun ini Tim Mata Pancing bersama Nendy Yunizar tidak bisa berbagi kebahagiaan bersama keluarga di rumah. Namun suasana kebersamaan masyarakat Biak, Papua, sedikit menghilangkan kesedihan saya.Mengikuti acara Munara Wampesi, pesta panen sejuta ikan yang bersembunyi di...
Selengkapnya

Let's Go

Indah Tertawan Pulau Derawan
Ubur-ubur dikenal sebagai fauna laut yang berbahaya. Sengatnya yang beracun membuat tidak sedikit orang tewas menjadi korban. Sebaliknya di Danau Kakaban, Berau, Kalimantan Timur, jutaan ubur-ubur hidup tanpa memiliki sengat dan racun. Kondisi unik tersebut terjadi karena ubur-ubur Kakaban...
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

Setahun Jokowi-Ahok
Setahun sudah pasangan Gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja memegang tampuk kekuasaan di Ibukota. Salah satu program andalan pasangan ini mengurai kemacetan adalah dimulainya pembangunan  MRT atau mass rapid transit dan monorel. Oktober ini dua program raksasa di DKI...
Selengkapnya

Pahlawan

Jacob Tanda: Pemberdaya Pangan dari Sumba
Pulau Sumba, NTT, sebagian besar terdiri atas bukit tandus dan gersang. Iklim tropis dengan curah hujan yang rendah setiap tahun, membuat kultur manusia di Sumba harus siap bertarung dengan kerasnya alam dalam memenuhi kebutuhan hidup. Jacob Tanda, 64 tahun,...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++