Kamis, 3 September 2015 
Berita Lintas
Lintas Petang:"Lima Balita Terduga Infeksi Flu Burung"

5  balita di kota Padang diduga terinfeksi virus flu burung dan dirawat di Rumah Sakit Muhammad Jamil.

Kelima balita yang diduga terinfeksi flu burung di kota Padang ini, disinyalir pernah kontak dengan unggas mati. Mereka dirawat intensif di ruang isolasi suspek penyakit dalam rumah sakit M Jamil. Sebagian dari mereka, sudah dirawat selama tiga hari.

Hingga saat ini, kondisi mereka belum stabil dan masih mengalami sesak nafas serta demam tinggi. Untuk memastikan positif tidaknya mereka terinfeksi virus H5N1, sampel darah sudah dikirim ke rumah sakit di Jakarta. Berdasarkan keterangan orang tua pasien, anak mereka pernah bersentuhan langsung dengan ayam mati mendadak di lingkungan rumah.

Mengantisipasi penyebaran virus H5N1, Dinas Peternakan kota Padang menyemprot dan memeriksa unggas di pasar pasar tradisional. Sejak awal tahun 2011, ditemukan 10 kasus unggas mati mendadak di kota Padang. Puluhan unggas mati tersebut positif terinfeksi virus H5N1. Pedagang dihimbau untuk menjaga kebersihan kandang ayam mereka.





 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Mata Pancing

Berburu Gariang di Larangan
Mata Pancing edisi kali ini, Tira Lundy bersama Jakarta Fly Fishing Club mencari ikan masheer di Lubuk Larangan, Sumatera Barat. Dengan tehnik fly fishing, mereka mulai berburu ikan di spot ini. Mancing sambil berendam atau ngoyor juga mereka lakukan disini....
Selengkapnya

Let's Go

Becak Laju Rempai Diserbu
Konyol, lucu dan penuh canda menjadi pengisi waktu libur akhir pekan bagi Hana Nabilla. Di Lubana Sengkol, Serpong, Tangerang, Banten Nabilla bertemu dengan sejumlah fasilitator Outbond. Tapi Outbond kali ini sangat berbeda lho, Lomba Becak Racing dan Lomba...
Selengkapnya

Ulasan Sepekan

Banten Terendam
Puluhan ribu rumah warga di Provinsi Banten terendam air. Ketinggian air yang mencapai lima meter itu membuat warga mengungsi di sejumlah lokasi termasuk di ruas tol Jakarta – Merak. Bencana tersebut merupakan yang terbesar selama sepuluh tahun terakhir. ...
Selengkapnya

Pahlawan

I Made Sumasa: "Sejahtera Alamku, Sejahtera Nelayanku"
Lahir dan dibesarkan dari keluarga nelayan, membuat I Made Sumasa, 49 tahun,  mengerti secara persis bagaimana terhimpitnya perekonomian masyarakat nelayan pada umumnya di pulau Bali. Kondisi ini mendorong hatinya untuk melakukan perubahan dengan menerapkan ekonomi kerakyatan yang berorientasi menciptakan kesejahteraan...
Selengkapnya

Versi 1.0 copyright © 2010 - MNCTV - Best Viewed with IE6+, Mozilla Firefox 1.5++, Opera 7++